Alur sebuah penelitian pada akhirnya akan bermuara pada
pembuatan laporan penelitian. Oleh sebab itu, laporan penelitian merupakan
bagian yang sangat penting dalam proses penelitian. Ia merupakan
pertanggungjawaban peneliti terhadap ilmu yang digelutinya. Ia ]uga merupakan
pertanggungjawaban peneliti terhadap lembaga atau badan sponsor yang mendukung
penelitiannya. Bagaimanapun pentingnya teori dan hipotesis, bagaimana pun
telitinya kita membuat rancangan penelitian, serta betapa hebatnya pun kita
menghasilkan sebuah penelitian, penelitian hanya akan mempunyai arti apabila
hasilnya dilaporkan secara memadai melalui laponan penelitian (Shah, 1985).
Laporan penelitian dapat beragam bentuk atau formatnya. Hal
itu sangat bergantung pada tuntutan lembaga dan/atau sponsor yang mendukung
dana penelitian tersebut. Meski beragam bentuk atau formatnya, secara mendasar
laporan itu sama dalam hal tuntutan isi, struktur, maupun bahasanya. Bagaimana
menyusun laponan PTK? Berikut ini akan diuraikan secara garis besar tentang
teknik penyusunan laponan PTK
.
ISI LAPORAN PTK
Pada dasarnya apa yang telah ditulis dalam usulan penelitian
akan dimuat lagi dalam laporan penelitian. Laporan PTK ditulis setelah
penelitian selesai dilaksanakan dengan format tertentu sesuai dengan yang
dipersyaratkan oleh pihak sponsor. Jika pihak sponsor tidak menetapkan format
yang harus diikuti atau penelitian dilaksanakan secara swadana, peneliti dapat
memilih atau mengembangkan sendiri format laporan yang akan digunakan.
Dalam perkembangannya yang terakhir, ada dua jenis laporan
penelitian jika dilihat dari formatnya. Jenis yang pertama laporan penelitian
dalam format ringkasan eksekutif (executive summary), sedangkan jenis
yang kedua, yang sudah sangat umum, adalah laporan penelitian yang lengkap.
Laporan penelitian dalam format ringkasan eksekutif, sesuai
dengan namanya, adalah jenis laporan penelitian yang menyajikan secara ringkas,
padat, dan menyeluruh tentang proses dan hasil penelitian. Jenis laporan ini
seolah-olah akan dibaca oleh para eksekutif yang tidak mempunyai banyak waktu
untuk membaca laporan lengkap dari suatu hasil penelitian.
Para eksekutif dalam membaca suatu laporan penelitian hanya
memerlukan butir-butir penting dari proses dan hasil penelitian. Karena itu,
laporan penelitian dalam format ringkasan eksekutif perlu disajikan saripatinya
saja dalam bentuk ringkas dan dituangkan dalam paragraf-paragraf yang ringkas
dan padat.
Isi pokok yang harus dicakup dan sistematika sajian laporan
penelitian dalam format eksekutif adalah: (1) judul penelitian, (2) nama
peneliti (ketua dan anggota), (3) pendahuluan yang berisi latar belakang
penelitian, rumusan masalah, dan tujuan penelitian, (4) metode penelitian yang
memuat rancangan penelitiqan, sasaran penelitian, dan prosedur/langkah kerja,
(5) hasil-hasil penelitian, (6) simpulan, dan (7) daftar pustaka.
Panjang laporan sekitar 10 s.d. 15 halaman kertas kuarto
yang diketik dengan spasi ganda (2 spasi). Laporan penelitian yang lengkap,
seperti dijelaskan di atas, ada bermacam-macam format sesuai dengan pihak
sponsor dana. Misalnya, laporan PTK dari proyek OPF Diknas dan PTK PGSM,
memiliki format yang berbeda. Dari sekian macam format laporan PTK akan
disajikan satu contoh format laporan PTK berikut ini.
BAGIAN AWAL
Halaman Judul
Abstrak
Prakata
Daftar Isi
BAGIAN UTAMA
Bab I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
2. Rumusan Masalah
3. Tujuan Penelitian
4. Manfaat Penelitian
Bab II KERANGKA TEORETIK DAN HIPOTESIS TINDAKAN
1. ........................................
2. ........................................
3. ........................................
Bab III METODE PENELITIAN
1. Setting Penelitian dan Latar belakang Subjek
Penelitian
2. Rancangan Penelitian
3. Perencanaan dan Pelaksanaan Tindakan
4. Prosedur Observasi dan Refleksi
5. Prosedur Analisis Data
Bab IV HASIL PENELITIAN
1. Paparan Data
2. Uji Hipotesis
3. Pembahasan
Bab V PENUTUP
1. Simpulan
2. Saran/Rekomendasi
BAGIAN AKHIR
Daftar Pustaka
Lampiran-lampiran
Selain itu strategi tindakan yang dimaksud juga berkenaan
dalam alur jadwal penelitian. Jadwal berdasarkan jenis kegiatan dan alokasi
waktu.
Berikut
ini diberikan rujukan sebagai referensi.
|
Jenis Kegiatan
|
Bulan Ke-
|
|||||||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
9
|
10
|
|
|
1.
Persiapan Penelitian
a.
Pembuatan Proposal
b.
Studi Pendahuluan
c.
Seminar Proposal Penelitian
d.
Penyusunan Instrumen
2.
Pelaksanaan Penelitian
a.
Pengambilan Data
b.
Pengolahan Data
c.
Interpretasi Data
3.
Pelaporan Penelitian
a.
Penyusunan Draf Penelitian
b.
Penyempurnaan Draf
c.
Seminar Hasil Penelitian
d.
Penyempurnaan Hasil Penelitian
|
X
X
|
X
|
X
X
|
X
X
|
X
X
|
X
X
|
X
X
X
|
X
|
X
|
X
|
Catatan.
Jenis kegiatan di atas dapat dijabarkan lagi
berdasarkan jenis dan tingkat intesitas kemampuan penelitinya.
Terakhir diperbaharui: Ka