Andi Muhammad Yahya: 2014-03-30

Monday, 31 March 2014

Strategi Tindakan dalam Penyusunan PTK



Alur sebuah penelitian pada akhirnya akan bermuara pada pembuatan laporan penelitian. Oleh sebab itu, laporan penelitian merupakan bagian yang sangat penting dalam proses penelitian. Ia merupakan pertanggungjawaban peneliti terhadap ilmu yang digelutinya. Ia ]uga merupakan pertanggungjawaban peneliti terhadap lembaga atau badan sponsor yang mendukung penelitiannya. Bagaimanapun pentingnya teori dan hipotesis, bagaimana pun telitinya kita membuat rancangan penelitian, serta betapa hebatnya pun kita menghasilkan sebuah penelitian, penelitian hanya akan mempunyai arti apabila hasilnya dilaporkan secara memadai melalui laponan penelitian (Shah, 1985).
Laporan penelitian dapat beragam bentuk atau formatnya. Hal itu sangat bergantung pada tuntutan lembaga dan/atau sponsor yang mendukung dana penelitian tersebut. Meski beragam bentuk atau formatnya, secara mendasar laporan itu sama dalam hal tuntutan isi, struktur, maupun bahasanya. Bagaimana menyusun laponan PTK? Berikut ini akan diuraikan secara garis besar tentang teknik penyusunan laponan PTK
.
ISI LAPORAN PTK
Pada dasarnya apa yang telah ditulis dalam usulan penelitian akan dimuat lagi dalam laporan penelitian. Laporan PTK ditulis setelah penelitian selesai dilaksanakan dengan format tertentu sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh pihak sponsor. Jika pihak sponsor tidak menetapkan format yang harus diikuti atau penelitian dilaksanakan secara swadana, peneliti dapat memilih atau mengembangkan sendiri format laporan yang akan digunakan.
Dalam perkembangannya yang terakhir, ada dua jenis laporan penelitian jika dilihat dari formatnya. Jenis yang pertama laporan penelitian dalam format ringkasan eksekutif (executive summary), sedangkan jenis yang kedua, yang sudah sangat umum, adalah laporan penelitian yang lengkap.
Laporan penelitian dalam format ringkasan eksekutif, sesuai dengan namanya, adalah jenis laporan penelitian yang menyajikan secara ringkas, padat, dan menyeluruh tentang proses dan hasil penelitian. Jenis laporan ini seolah-olah akan dibaca oleh para eksekutif yang tidak mempunyai banyak waktu untuk membaca laporan lengkap dari suatu hasil penelitian.
Para eksekutif dalam membaca suatu laporan penelitian hanya memerlukan butir-butir penting dari proses dan hasil penelitian. Karena itu, laporan penelitian dalam format ringkasan eksekutif perlu disajikan saripatinya saja dalam bentuk ringkas dan dituangkan dalam paragraf-paragraf yang ringkas dan padat.
Isi pokok yang harus dicakup dan sistematika sajian laporan penelitian dalam format eksekutif adalah: (1) judul penelitian, (2) nama peneliti (ketua dan anggota), (3) pendahuluan yang berisi latar belakang penelitian, rumusan masalah, dan tujuan penelitian, (4) metode penelitian yang memuat rancangan penelitiqan, sasaran penelitian, dan prosedur/langkah kerja, (5) hasil-hasil penelitian, (6) simpulan, dan (7) daftar pustaka.
Panjang laporan sekitar 10 s.d. 15 halaman kertas kuarto yang diketik dengan spasi ganda (2 spasi). Laporan penelitian yang lengkap, seperti dijelaskan di atas, ada bermacam-macam format sesuai dengan pihak sponsor dana. Misalnya, laporan PTK dari proyek OPF Diknas dan PTK PGSM, memiliki format yang berbeda. Dari sekian macam format laporan PTK akan disajikan satu contoh format laporan PTK berikut ini.

BAGIAN AWAL       
Halaman Judul
Abstrak
Prakata
Daftar Isi

BAGIAN UTAMA
Bab I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
2. Rumusan Masalah
3. Tujuan Penelitian
4. Manfaat Penelitian

Bab II KERANGKA TEORETIK DAN HIPOTESIS TINDAKAN
1. ........................................
2. ........................................
3. ........................................

Bab III METODE PENELITIAN
1. Setting Penelitian dan Latar belakang Subjek Penelitian
2. Rancangan Penelitian
3. Perencanaan dan Pelaksanaan Tindakan
4. Prosedur Observasi dan Refleksi
5. Prosedur Analisis Data

Bab IV HASIL PENELITIAN
1. Paparan Data
2. Uji Hipotesis
3. Pembahasan

Bab V PENUTUP
1. Simpulan
2. Saran/Rekomendasi

BAGIAN AKHIR
Daftar Pustaka
Lampiran-lampiran

Selain itu strategi tindakan yang dimaksud juga berkenaan dalam alur jadwal penelitian. Jadwal berdasarkan jenis kegiatan dan alokasi waktu.
Berikut ini diberikan rujukan sebagai referensi.
Jenis Kegiatan
Bulan Ke-
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1. Persiapan Penelitian
a. Pembuatan Proposal
b. Studi Pendahuluan
c. Seminar Proposal Penelitian
d. Penyusunan Instrumen
2. Pelaksanaan Penelitian
a. Pengambilan Data
b. Pengolahan Data
c. Interpretasi Data
3. Pelaporan Penelitian
a. Penyusunan Draf Penelitian
b. Penyempurnaan Draf
c. Seminar Hasil Penelitian
d. Penyempurnaan Hasil Penelitian
X
X
X
X
X
X
X
X
X
X
X
X
X
X
X
X
X
Catatan.
Jenis kegiatan di atas dapat dijabarkan lagi berdasarkan jenis dan tingkat intesitas kemampuan penelitinya.
Terakhir diperbaharui: Ka

OBSERVASI PELAKSANAAN PTK



DALAM PENYUSUNAN LAPORAN
Observasi yang dimaksud adalah keterangan singkat tentang isi dari masing-masing format dari ketiga bagian laporan lengkap penelitian disajikan berikut ini.

BAGIAN AWAL
Paling sedikit ada empat unsur pokok yang termasuk dalam Bagian Awal dari laporan PTK, yaitu: (1) halaman judul, (2) abstrak, (3) prakata, dan (4) daftar isi. Sekiranga diperlukan, bagian awal ini dapat ditambahkan dengan daftar tabel, daftar gambar, daftar singkatan, daftar lampiran.

1. Halaman Judul
Judul penelitian berupa kalimat singkat dan padat yang secara jelas menginformasikan masalah yang diteliti, terhadap apa atau siapa penelitian dikenakan, tindakan sebagai upaya pemecahan, di mana dan kapan penelitian akan dilakukan, singkat, jelas, sederhana, dan mudah dipahami.
Pada halaman judul ini judul penelitian ditulis simetris di bagian atas bidang pengetikan dengan huruf kapital. Agak jauh di bawah judul dicantumkan nama tim peneliti (bisa ketua saja atau lengkap ketua dan anggota). Kemudian, pada bagian bawah bidang pengetikan ditulis lembaga yang menyelenggarakan atau menyeponsori penelitian. Terakhir, di bawah nama lembaga atau sponsor dicantumkan tahun selesainya penelitian atau tahun ditulisnya laporan penelitian.

2. Abstrak
Abstrak ditulis dengan spasi tunggal. Panjang abstrak sebaiknya satu halaman. Akan tetapi jika tidak cukup bisa diperpanjang maksimum sampai dua halaman kertas ukuran kuarto. Abstrak bukanlah ringkasan hasil penelitian, melainkan inti sari yang sangat pnting dari hasil penelitian.
Dengan hanya membaca abstrak seseorang dapat memahami pokokpokok yang ditulis dalam laporan. Hal-hal penting tersebut adalah latar belakang masalah, tujuan penelitian, pelaksanaan penelitian, hasil penelitian, dan implikasinya.

3. Prakata
Prakata berisi ucapan syukur dan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu pelaksanaan penelitian. Selain itu, bagian ini bisanya diisi dengan harapan akan kemanfaatan hasil penelitian, dan kesediaan menerima masukan yang datang dari berbagai pihak.

4. Daftar Isi
Hal-hal yang dicantumkan dalam daftar isi adalah judul bab dan subjudul (satu peringkat di bahawa judul bab). Sub-sub judul yang lebih dari satu peringkat di bawah judul bab tidak perlu dicantumkan karena akan menyebabkan daftar isi menjadi terlalu panjang.

BAGIAN UTAMA
Isi bagian utama dari laporan penelitian merupakan ini dari keseluruhan laporan. Lazimnya, bagian utama laporan penelitian tindakan terbagi menjadi lima bagian (yang disebut bab), yaitu: (1) pendahuluan, (2) kerangka teoretik dan hipotesis tindakan, (3) metode penelitian, (4) hasil penelitian, dan (5) penutup.

1. Pendahuluan
a. Latar Belakang masalah
Berisi uraian (1) fakta-fakta yang mendukung yang berasal dari pengamatan peneliti, (2) argumentasi teoretik tentang tindakan yang dipilik, (3) hasil penelitian terdahulu (jika ada), dan (4) alasan pentingnya penelitian tindakan ini dilakukan.
b. Rumusan Masalah
Berisi uraian yang menjelaskan: (1) kesenjangan antara situasi yang diinginkan dan yang ada dan dapat dipecahkan, (2) rancangan tindakan pembelajaran yang mempunyai landasan konseptual, (3) dinyatakan dalam kalimat pertanyaan/pernyataan.
c. Tujuan Penelitian
Secara operasional, tujuan penelitian berisi pernyataan tentang temuan apa yang akan dihasilkan oleh peneliti dan temuan penelitian itu akan dipergunakan untuk memecahkan masalah apa.
d. Manfaat Penelitian
Berisi manfaat atau sumbangan hasil penelitian khususnya bagi (1) siswa, (2) guru/dosen pelaksana PTK, (4) kalangan guru/dosen pada umumnya, (5) sekolah/LPTK 
.
2. Kerangka Teoretik dan Hipotesis Tindakan
Kerangka teoretik berisi kajian teoretik yang relevan yang mendasari penelitian tindakan, dengan tindakan akan terjadi perubahan, perbaikan atau peningkatan, tindakan inilah yang kemudian dituangkan dalam hipotesis tindakan dalam rangkan pemecahan masalah.

3. Metode Penelitian


4. Hasil Penelitian
Pada bab ini dilaporkan tentang deskripsi data (perlakuan atau intervensi dan dampak intervensi), pengujian hipotesis, dan pembahasan hasil pengujian hipotesis. Pembahasan ini berisi perbandingan antara hasil yang diperoleh dengan hasil-hasil penelitian lain atau pengetahuan teori yang relevan.

5. Penutup
Bab ini berisi simpulan dan saran/rekomendasi. Simpulan didasarkan pada hasil pengujian hipotesis dan pembahasan hasil penelitian. Saran dibatasi hanya yang terkait langsung dengan simpulan.
Saran yang didasarkan atas pertimbangan lain di luar simpulan tidak boleh diajukan dalam laporan penelitian.

BAGIAN AKHIR
Bagian akhir dari laporan penelitian tindakan memuat antara lain daftar pustaka dan lampiran. Riwayat hidup (curriculum vitae) peneliti biasanya tidak dimasukkan dalam laporan.

1. Daftar Pustaka
Istilah “daftar pustaka” biasanya mempunyai dua arti: (a) referensi dan (b) bibliografi. Jika daftar pustaka diartikan referensi (daftar rujukan), setiap judul tulisan yang dimuat dalam daftar pustaka harus telah dipergunakan sebagai rujukan secara eksplisit dalam naskah laporan.
Tetapi jika daftar pustaka disamakan artinya dengan bibliografi, dalam daftar pustaka dapat dimuat semua judul tulisan yang dibaca oleh peneliti dan mendasari penulisan naskah, baik yang dikutip secara eksplisit pada salah satu bagian di dalam naskah maupun yang tidak. Judul tulisan yang tidak dikutip secara eksplisit dimasukkan dalam daftar karena dibaca dan secara umum ide-idenya dipakai sebagai dasar penulisan, namun tidak dapat dirujuk secara khusus.

2. Lampiran
Semua dokumen yang tidak berupa naskah (teks) tetapi dianggap penting untuk mendukung apa yang ditulis pada naskah laporan dan dapat dilacak oleh pembaca dengan mempelajari dokumen tersebut, perlu dilampirkan pada laporan. Misalnya: instrumen penelitian, seperti kuesioner (angket), pedoman observasi, daftar cek, data asli (mentah), print out hasil analisis data dengan komputer, surat-surat penting dalam hubungannya dengan kegiatan penelitian.

C. PENUTUP
Laporan penelitian merupakan pertanggunjawaban peneliti. Ia harus dikemas secara baik, baik dari sudut format, struktur, isi, maupun bahasanya. Oleh sebab itu, peneliti haruslah menyiapkan laporan penelitian dengan baik. Ia harus menata, menyusun dengan persiapan dan pengetahuan yang baik tentang laporan penelitian dan harus dikerjakan secara profesional. Laporan penelitian tidak dapat dianggap sebagai karya yang dapat dikerjakan sambil lalu. Peneliti harus benar-benar
mengerjakannya dengan sungguh-sungguh sehingga hasilnya benar-benar maksimal.
Terakhir diperbaharui: Kamis, 31 Mei 2012, 07:56

 

Strategi Tindakan dalam Penyusunan PTK

Alur sebuah penelitian pada akhirnya akan bermuara pada pembuatan laporan penelitian. Oleh sebab itu, laporan penelitian merupakan ba...