Andi Muhammad Yahya: Wacana Lisan dan Tulis

Sunday, 30 March 2014

Wacana Lisan dan Tulis



Berdasarkan saluran yang digunakan dalam berkomunikasi, wacana dibedakan atas wacana tulis dan wacana lisan. Wacana lisan berbeda dari wacana tulis. 

Wacana lisan cenderung kurang terstruktur (gramatikal), penataan subordinatif lebih sedikit, jarang menggunakan piranti hubung (alat kohesi), frasa benda tidak panjang, dan berstruktur topik-komen. 

Sebaliknya wacana tulis cenderung gramatikal, penataan subordinatif lebih banyak, menggunakan piranti hubung, frasa benda panjang, dan berstruktur subjek-predikat.
Perhatikan salah satu peristiwa di atas pada contoh teks berikut.
“Hukum tidak hanya untuk orang kaya. Semua orang mempunyai derajat yang sama di depan hukum. Hukum tidak memandang kaya atau miskin, pria atau wanita, tua atau muda, pembesar atau rakyat jelata, dan ABRI atau bukan ABRI. Jadi, hukum berlaku untuk siapa pun, kapan pun, dan di mana pun.”
Teks di atas menggunakan ragam bahasa tulis. Bahasa tulis itu ditunjukkan kepada pembaca sehingga ide atau proposisi yang diungkapkan harus sejelas-jelasnya. Konsekuensinya, kalimatnya lengkap dan cenderung panjang.

Catatan:
Cari dan pelajarilah teks dari sumber lain yang disarankan dalam silabus untuk mendapatkan perbandingan ciri wacana lisan dan tulis sebagaimana di atas.

No comments:

Post a Comment

Strategi Tindakan dalam Penyusunan PTK

Alur sebuah penelitian pada akhirnya akan bermuara pada pembuatan laporan penelitian. Oleh sebab itu, laporan penelitian merupakan ba...