Berdasarkan saluran yang digunakan dalam berkomunikasi,
wacana dibedakan atas wacana tulis dan wacana lisan. Wacana lisan berbeda dari
wacana tulis.
Wacana lisan cenderung kurang terstruktur (gramatikal),
penataan subordinatif lebih sedikit, jarang menggunakan piranti hubung (alat
kohesi), frasa benda tidak panjang, dan berstruktur topik-komen.
Sebaliknya wacana tulis cenderung gramatikal, penataan subordinatif
lebih banyak, menggunakan piranti hubung, frasa benda panjang, dan berstruktur
subjek-predikat.
“Hukum
tidak hanya untuk orang kaya. Semua orang mempunyai derajat yang sama di depan
hukum. Hukum tidak memandang kaya atau miskin, pria atau wanita, tua atau muda,
pembesar atau rakyat jelata, dan ABRI atau bukan ABRI. Jadi, hukum berlaku
untuk siapa pun, kapan pun, dan di mana pun.”
Teks
di atas menggunakan ragam bahasa tulis. Bahasa tulis itu ditunjukkan kepada
pembaca sehingga ide atau proposisi yang diungkapkan harus sejelas-jelasnya.
Konsekuensinya, kalimatnya lengkap dan cenderung panjang.
Catatan:
Cari
dan pelajarilah teks dari sumber lain yang disarankan dalam silabus untuk mendapatkan
perbandingan ciri wacana lisan dan tulis sebagaimana di atas.
No comments:
Post a Comment